Minggu, 04 Januari 2015

Flashback Masa Mengenaskan



Hi! I`m back! Akhirnya tinggal 99 hari 2.376 jam 142.560 menit dan 8.553.600 detik lagi nasib gue dipertatuhkan. Antara gue menjadi seorang Mahasiswa atau Sekolah sayang gue hingga gue harus tetap di SMA. Tapi, siapa juga yang mau tetap di SMA? Betul gak? Tetapi menjadi mahasiswa bukan berarti hidup lo jadi indah. Justru itu adalah awal lo menjadi “orang”. Maksudnya lo harus hidup mandiri dan gak ada namanya waktu santai lagi seperti di masa-masa SMA. Memang sih terkadang kita rindu akan masa sekolah kita dulu dan bahkan sampai memunculkan Flashback Ketika masih
dari pertama sekolah. Tidak terkecuali gue. Gue pun masih ingat pertama sekali gue sekolah ketika di TK Tunas Melati (Merauke). Dimana TK pertama di merauke yang punya kolam renang sendiri (sekarang sudah gak ada T_T). Gue masih ingat ketika gue pertama masuk itu seperti  babi liar yang baru dilepasin dari kandang. Gue lari sana sini sambil nyari bokap gue dan juga tentunya sambil nangis gak karuan. Ketika SD juga gue masih ingat ketika gue dipalak sama anak yang lebih kecil dari gue. Gue jga sendiri bingung, kenapa dulu gue sengenes itu sampai-sampai anak kecil dibawah umurnya gue saja berani sama gue. Kemudian ketika gue SMP dan pengalaman ini gue gak pernah lupain.

Dulu gue punya sepeda yang merknya Big Daddy (Gue penasaran, apa yang  membuatnya dinamai Big Daddy? Apakah mungkin penciptanya memikirkan ciptaan berikutnya nanti dinamai Big Mommy dan kemudian membuat keturunan mereka, yaitu Daddy Junior agar menjadi keluarga sepeda?) dan ketika gue ada nangkring didepan rumah gue, tiba-tiba ada orang mabuk yang minjam sepeda gue. Karena mungkin dia tetangga gue atau kebegoan gue yang dulu diluar nalar manusia, gue pinjemin saja tanpa ada rasa curiga. Ketika berselang 2 jam nyokap gue nanya gue.

“eh, sepedamu dimana? Biasa ada digarasi” tanya nyokap gue.

“dipake ama oom itu mak” jawab gue polos.

Dan orang itu pun bilang kenyokap gue bahwa ketika dia mabuk dia meninggalkan sepeda gue disana dan dia karena mabuk lupa segalanya dia pulang jalan kaki. Gue pun bisa dibilang shock dan gue mojok dikamar gue selama beberapa jam.  Sampai sekarang orang itu masih mengingat sepeda gue ketika dia mabuk. Biasanya ketika dia mabuk dan ketemu nyokap gue dia sering berkata “ADOOOH MINTA MAAF BU! SEPEDANYA ANAKNYA IBU MASIH BELUM KETEMOOO” sambil muka-muka melas. Mace gue dari yang sudah lupa jadi ingat kembali kalau dia bicara seperti itu. Gue juga dalam hati gue pingin sekali kembali ke masa lalu dan tabokin gue yang dulu sambil teriak “BEGO LO YA!? SUDAH TAU ORANG MABUK, MASIH JUGA PINJAMIN DIA SEPEDA LO!”

Yaa sudahlah. Namanya nasib ngenes mau digimanain juga coba? Pengalaman gue juga di SMA gak kalah heboh. Apalagi masa SMA adalah masanya CABE-CABEAN dan TERONG-TERONGAN laku keras.Mulai dari gue pernah nembak seseorang (Ada ceritanya ketika gue baru pertama ngebuat blog ini), Gue ditipu sama teman gue kalau dia cewe, gue pernah Blind Date sampai putus juga gak pernah ketemuan bahkan muka aja gak pernah saling lihat (gue berharap sih mukanya mirip dengan Taylor Swift), tapi setiap teman gue nanya pernah pacaran gue jawab dengan belum pernah karena Blind Date-nya si cewe yang nembak gue, jadi gue sangkal kalau gue pernah pacaran. Bukan karena dia yang nembak sih alasan gue sangkal, tapi karena gue sama sekali gak kenal lebih dalam si dia.

Bahkan mungkin ketika gue lulus *AMIIIIN* mungkin gue kembali ingat masa sama teman-teman gue, ingat masa dihukum guru ketika bandel, ingat masa gue buat seseorang tertolong dan mungkin juga gue kembali ingat masa susah gue disekolah. But we must be forward, hidup tidak selamanya bisa ditempat yang sama. Ketika lo lulus itu adalah sebuah awal dari hidup lo ingin melanjutkan pendidikan atau berhenti  lanjut dan langsung turun kelapangan atau yang orang-orang sebut dengan kerja. Mungkin sekian tulisan gue, gue juga memulai memikirkan masa depan gue. Dan juga tidak terkecuali teman- teman seangkatan gue sudah mulai mempersiapkan masa depannya masing-masing. Gue hanya berusaha maksimal. Hasilnya tinggal Tuhan yang atur. Kalau buruk gue sabar aja, kalau bagus gue senang karena hidup itu seperti detektor jantung di rumah sakit. Kalau tidak atas dan bawah artinya lo sudah benar-benar mati. You know what I mean? If you don`t know, find it.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagi anda berkomentar di blog ini mungkin tidak berguna. Tetapi bagi kami para Blogger, komentar anda dapat menjadi inspiratif dan pengoreksian kami. jadi, sempatkan tinggalkan komen walau 1 atau 2 kata.