Minggu, 29 Desember 2013
Christmas Diet
Sebelum natal, gue pun belajar prinsip "I'ts still long story" dirumah, yaitu makan sedikit tapi seperti terliat banyak di mata tuan rumah. Tapi itupun butuh perjuangngan keras agar berhasil. Percobaan pertama gue gagal karena cumi goreng kesukaan gue membuat gue nambah 2 piring. Percobaan kedua gue gagal lagi karena gue ketahuan kasih makanan gue ke kucing gue. Akhirnya percobaan ketiga gue berhasil ketika hari pertama natal, yang pertama gue datangi pertama yaitu rumahnya Candra. gue mencoba prinsip itu dan ternyata berhasil, gue dikira ngambil banyak (tapi gue liat juga gue rasa ngambilnya banyak). Rumah kedua yang gue kunjungin (tentunya dengan teman gue jalannya) reky. Kita pun disambut dengan.....er...bisa dibilang absurd lah.
Dan berikutnya gue ke rumahnya......ARRRRRGH!!!! sial gue lupa, gue kemana lagi habis itu. Yang gue ingat cuma ketika tinggal gue, Alief, Fransisco, dan Reky ke rumah teman mereka, kalau tidak salah namanya Mada. mungkin kita bisa dibilang "tamu kurang sopan", karena datang jam 10 malam pas enak-enaknya orang mimpi angka Shio #eh.
Dan hari kedua gue pun jalan dengan teman kelas gue. Kita pun berkumpul di rumahnya Candra (bisa dibilang gue kerumahnya selama natala sebanyak 3 kali). Gue datang dan gue nanya,
"Eh, nungguin siapa lagi?"
"Kita nungguin Bayu dan Dara lagi.". Kata teman gue, Ade.
"Ya, sdh kita tungguin saja"
1 menit
2 menit
3 menit
1 jam
Akhirnya Bayu dan Dara pun datang,
"Ehh, sory la..." Bayu dan Dara terkejut karena kita tinggal kerangka.
Setelah Briefing (kaya mau pentas aja pake Briefing segala), kita pun pergi kerumah pertama, Maikel. Ketika Maikel nawarin minum, gue pun nyaris minum minuman kaleng nyampur dengan minuman lain, gue langsung keingat 2 tahun lalu, lebih tepatnya ketika Lebaran.
Gue jalan lebaran sama teman kelas XI. Ketika itu kita sampai di rumah teman kami, Nada.Ketika dia mulai silahkan minum. Gue pun minum minuman kaleng campur aduk, DAN gue pun MABUK... -_-.
*SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN....INILAH ORANG MABUK MINUMAN KALENG TANPA ALKOHOL... AAAAAKHYAAAAAR* #mojok didinding.
Gue rasa ngantuk yang luar biasa sampai-sampai bawa motorpun rasa seperti gue Fly. Semenjak saat itu gue kapok minum minuman kaleng nyampur minuman lain.yah, kembali ke masa kini. Setelah kami (gue dan teman gue) dari Meikel rumah, kita ke rumahnya Angga. Dirumahnya Angga kita pun para lelaki mewlakukan hal Absurd lainnya. (Bagi anak dibawah umur dilarang membaca ini)
"AAHHH ENAK SEKALI!!!"
"AHH MANTAP BRO"
"WEE LO PUNYA MANA?"
"ADA NIH"
Just smart (not clever) can know THAT word's.
Kita menggila didalam rumahnya org dan lebih hebatnya dikamar sewa orang korea yang untungnya sedang pergi.
Sekitar jam 5, kita pun sampai di destination akhir kami. yaitu rumahnya Anggi.Kitapun mulai mengeluarkan segala jenis kecapean kami dari mulai tidur di kursi orang, foto-foto tidak jelas, sampai kita lalat WIFI milik anggi.Selama gue jalan kerumah guru-guru gue yang rayain natal, pasti ditanya pertanyaan yang sama.
"Kapan ibu kembali?"
Gue pun menjawab dengan hal yang sama ketika gue mimpi (serius).
"Belum tau juga ibu kapan pulang"
Gue juga ngerasa bingung. Kenapa dimimpi gue dan kenyataannya benar-benar sama padahal belum terjadi ketika mimpi. Apakah ada kaitannya dengan "Time Travel" atau hanya kekebetulan semata? gue gak tau juga. Hanya Tuhan yang tau apa yang terjadi dimasa depan.
SEE YOU NEXT MY EXPERIENCE :D
Jumat, 27 Desember 2013
It's Loooooong Holiday
- Lo pasti ngabisin waktu dengan kasur doang sekitar 5 jam (tidur malam tidak termasuk).
- Begadang adalah hobi lo selama liburan. Padahal bang haji Rhoma bilang jangan begadang kecuali ada artinya (lagu Rhoma Irama-Begadang ).
- Uang jajan lo pasti berkurang atau berhenti. Karena buat apa lo jajan kalau lo cuma dirumah melongo?
- Jam mandi lo PALING cepat jam 9 pagi dan yang paling lama KAGAK mandi seharian, karena faktor malas dan sayang bau badan pastinya.
- Para Bloggers pun membuat postingan pun panjang-panjang saking bosannya (termasuk gue).
Senin, 23 Desember 2013
My Mother is My Girlfriend and My Girlfriend isn't My Mother
Dan pasti lo rasa judul postingan gue aneh dengan temanya? Sebenarnya judul dan tema postingan gue cocok karena anak muda jaman sekarang beberapa diantaranya mempunyai prinsip "ladies first, mother last". Lo pikir pacar lo yang ngelahirin lo apa? jadi, para jomblo (salam jomblo semua!) jangan gencar-gencarnya mengejar gebetan dengan segala cara sampai lupa nyokap lo dirumah. Temanilah sekali-kali, minimal 4 kali seminggu lah. Kalau nyokap lo diluar kota, berkomukasilah minimal tiap malam. Apalagi sekarang teknologi makin canggih, jadi bisa saling interface dengan webcam dimanapun berada. Dan yang sudah pacaran (apalagi yang masih langgeng), khususnya cowok, jangan terlalu diperbudak cewe seperti cerita dari http://asaputra.mhs.uksw.edu dibawah ini:
"Jadi ane hanya ingin meluruskan nih yah, buat lo2 , cowok ya khususnya yang sudah macam di perbudak oleh pacarnya! ane punya temen nih gan, dia tuh sama pacarnya udah macam di anggep ibunya, padahal sama ibunya aja kurang ajar. suatu hari pas ane lagi main game online, ane main dirumah gan dia di warnet, nah trus pas ane tanya (A: ane D: doi)
A; oi lu main sampe jam berapa?
D; nanti sampe disuruh pulang sama cewe gue.
A; ....
WTF!! ane bingung apa yg terjadi sama tmn ane, padahal dia kalo disuruh pulang net sama ibunya paling bilang, "tar ah elah, bawel aja!" ane tau banget gan, ada juga kalo disuruh makan sama cewenya langsung semangat 45 makan, dgn tanggapan yg sangat manis ke cewenya, sangat beda kalo disuruh makan oleh ibunya, mungkin sebaliknya dan juga ane sering bgt liat doi di twitter gan, mention2 sama ceweknya, sebagaimana ababil yg pacaran di timeline ane juga heran ya sama orang yg pacaran di Timeline, apa sih untung nya, apa mungkin ingin pamer? emang gak bisa lewat hp? sekarang jaman serba canggih kan ya bos, bbm ada. klo gak bisa bbm, telpon bisa, klo gak ada pulsa sms bisa, kalo ga bisa sms, di twitter boleh tapi kan ada tuh DM (direct message)"
Cerita seperti itu nyaris sama dengan beberapa teman gue, yang membedakan hanya tempat nongkrongnya.
jadi mungkin kita disini bisa tarik kesimpulang bahwa:
1. pacar bukan lah ibu kita yang telah berjuang melahirkan kita
2. pacar bukan lah orang yg memberi kita makan setiap harinya
3. sayang yang diberikan pacar tidak seperti kasih sayang ibu yang abadi
4. pacar tidak bisa selalu mensupport kita dikala kita sedang jatuh atau tertimpa masalah.
5. pacar itu gampang pindah ke lain hati! tapi ibu kita pasti selalu sayang sama kita walau kita terkadang mengecewakanya
6. dan ingat saat kita bayi siapa yang menyusui kita, gak mungkin pacar kita bisa ngasih kita susu kan skrng #eh
Karena faktanya:
-Kalau lo sakit siapa yang menjagamu? Ibu
-kalau lo lapar siapa yang masakin? Ibu
-yang buat lo berhenti galau siapa? Ibu
-yang buat lo punya uang buat pacaran? Ibu
-DLL
Jadi pertanyaan yang cukup simpel:
1.Apakah ibumu cukup senang sebelum pacarmu?
2.Berapa banyak hadiah yang lo berikan buat ibumu ketika ultah dan berapa banyak hadiah yang lo berikan ke ultah pacar lo?
3.Berapa banyak lo ngucapin selamat malam kepada ibumu ketimbang pacar lo?
hari dan gue dapat kata-kata dari http://adnan-kisahkasihibu.blogspot.com. sangat bagus bro!
ibumu akan mencintaimu dan membiarkanmu melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, memberi masukan dan semangat serta berusaha membimbingmu menjadi anak baik..
kekasihmu akan mencintaimu tapi takkan membiarkanmu untuk melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, cenderung akan mengatur hidupmu.. dan bila kau berusaha menolak, dia akan marah!
ibumu akan terus mencintaimu walau kau jauh darinya, bahkan ketika kau telah tiada..
kekasihmu akan berkurang cintanya, bahkan habis ketika kau jauh, apalagi ketika kau telah tiada..
ibumu akan menerimamu dengan tangan terbuka walau kau telah menyakiti hatinya yang terdalam.. kekasihmu juga akan menerimamu, tapi sebelum itu, kau harus berlaku manis!
ibumu takkan pernah menuntut apapun darimu walau ia telah mencintaimu sejak kau dilahirkan..
kekasihmu yang baru saja mencintaimu akan menuntut balasan dari rasa cintanya..
ibumu akan meberimu ruang sebesar mungkin untuk berbagi cinta kepada temanmu, orang disekitarmu..bahkan kekasihmu
kekasihmu cenderung tak memberimu kesempatan untuk membagi cinta walaupun kau tak bermaksud selingkuh, karena ia akan selalu menganggapmu selingkuh!
ibumu akan benar-benar memberimu cinta yang paling tulus dan ikhlas di muka bumi ini..
kekasihmu?? jawabannya mungkin, ya.., mungkin, tidak..,
tergantung pada baik buruknya niat. kita tidak akan pernah mendapatkan cinta sehebat cinta Ibu terhadap diri kita dari orang lain meski ia adalah kekasih paling baik dalam pandangan mata kita sebab cinta keduanya berbeda dalam niat dan maksud, cinta Ibu tiada meminta pamrih dan timbal balik darimu, cintanya ikhlas dan tulus.. dikutip dari http://forum.kompas.com dengan sedikit tambahan
SEE YOU MY NEXT EXPERIENCE :D
Jumat, 13 Desember 2013
Hidup berawal dari Sial
Gue berpikir sebenarnya sial itu darimana? Dari kita? Orang lain? Atau dari sepupu punya sepupu punya sepupu punya sepupu punya sepupu punya cucu?
Tapi, sial juga tidak selamanya buruk. Buktinya, gue pernah ketika masih TK gue padamkan api dengan cara sableng coy. Pake tangan, ujung-ujungnya gue nangis sampai nyokap gue yang berada di pinggir jalan mendengar jeritan kuntilanak gue dan menghampiri gue.
"Kenapa nak?"
"Ini ma, atit" (biasa, anak TK belum tau tata bahasa)
"Coba liat"
Gue perliatkan tangan gue dan nyokap gue ke dapur dan balik lagi dengan membawa botol kecap. Nyokap pun menaruh kecap tersebut ke luka bakar gue hingga tangan gue menjadi sate tangan yang siap dibakar di pemanggang yang panasnya bersuhu 129°C. #calontukangsate.
Karena gue ngiler liat tangan gue sedikit hangus dan dibumbui kecap ABC, (serius) gue gigit tangan gue. Spontan saja gue menjerit kembali, tapi dengan naik 1 oktaf. Lo tau gak hikmah dari cerita diatas? Hikmahnya itu yaitu bahwa walaupun tangan dan daging sama-sama dapat dibakar, tetapi rasanya tidak pernah sama dengan kenyataannya.
Tidak masuk akal kan hikmahnya? Gue sengaja kasih hikmahnya absurd agar kreatif sendiri buat hikmahnya. Kan gue orangnya lebih idealis ketimbang realistis.
Tapi sial yang benar-benar mengubah hidup gue yaitu ketika gue kelas 4 SD. Ketika teman gue Nirwa, sakit (gue lupa sakit apa) dan dirawat di RS di kota gue. Kita sekelas berencana jenguk dia. Tapi, masalahnya tidak mungkin kita masih SD sudah bawa motor kesekolah dan sepedapun yang bawa tidak cukup setengah dari populasi kelas gue. Gue pun bertanya ke teman gue, July.
"Ehh. Kan loe punya mobil di rumah. Kenapa tidak tanya orang rumah saja?"
"Iya juga sih, tapi apa ada orang dirumah gue. Gue coba saja"
Ternyata tebakan shio gue benar...eits, maksudnya perkiraan gue. Si July pun meminta keluarganya bawa mobil dirumahnya. Kita pun bersiap-siap ke rumah sakit dimana Nirwa dirawat. Tapi, sialnya perut gue kagak kerja sama dengan gue. Gue pun meminta July menunggu selama gue selesai berurusan dengan "kampung tengah".
"Ahhh... lega..." sambil gue memegang perut gue. Ketika gue menuju kelas gue, gue kaget. Teman-teman gue dan juga si July tidak ada. Tiba-tiba saja ada guru agama gue disebelah dan gue bertanya.
"Permisi bu, mau nanya. Kenapa disini sepi bu?"
"Ooohh...kata July mereka pergi menjenguk Nirwa di rumah sakit tadi baru jalan, memang tidak ikut juga jenguk? Kan teman sekelas."
CTAAAAAR!!! gue shock mendengar info tersebut. Mana gue kagak shock, teman kelas gue sendiri telah PHP-in gue setelah memberi kepercayaan menunggu. Dengan terpaksa dan niat baik menjenguk gue naik sepeda gue menuju RS.
Rintangan pertama gue menuju RS yaitu banjir (semalam hujan nonstop 5 jam kagak berhenti). Gue terobos dengan seragam sekolah gue. Tidak tau gue terlalu gesit atau terlalu rabun, gue nabrak saluran pembuangan. Dan tentu saja, gue pun spontan untuk sementara jadi superman tetapi hanya sekian detik, dan akhirnya gue mendarat tepat di saluran yang gue tabrak. Gue pun berdiri dengan keadaan habis mandi. Gue pun tidak putus asa, gue pun melanjutkan perjalanan gue menuju RS dengan seragam seperti bak air setengah penuh (maklum, SD belum tau malu). Gue pun sampai di RS dan gue langsung nyari kamar dimana Nirwa inap.
Tapi sudah jatuh ketimpa tangga pula. Gue baru datang dan mengatakan
"semoga cepat se..."
"Yaa, anak-anak kita sekarang kembali ke sekolah"
"YA PAK GURU..." sambil pamit ke nirwa dan ortunya.
"Akhyar, kau juga harus ke sekolah"
"Tapi pak...."
"Tidak ada tapi-tapi. Harus sekarang"
"Iya pak..." gue jawab dengan perasaan drop.
"Tapi, kenapa seragammu kotor dan basah? Bukannya sama-sama dengan teman-temanmu?"
"Tadi saya belajar berenang"
"Sembarangan saja, pamit ke Nirwa dan kembali ke mobil."
"Iya pak..."
Gue pun pamit ke Nirwa dan kembali ke parkiran sepeda gue dan gue di PHP-in yang kedua kalinya. "SIALAN LOE JULY! KALAU GUE KETEMU LOE GUE BIKIN LOE JADI MAKANAN KUCING GUE!!!" Gue teriak dalam hati.
Gue pun kembali ke sekolah dengan rute yang lebih aman. Gue sampai disekolah, gue istirahat sebentar dan gue melihat July dari kejauhan. Gue pingin gampar tuh orang karena telah PHP gue. Ketika gue mendekat, July pun mengatakan
"Makasih ya bro kasih ide ini, gue berhutang ke loe bantuan. Kalau loe misalnya tidak beri ide ini, mungkin gue kagak menjenguk Nirwa sampai dia keluar RS"
Spontan semua hal negatif dari gue ke July hilang. Gue seperti merasakan seperti pahlawan siang hari. Tapi gue bingung juga kenapa dia mengatakan kata-kata seperti itu ke dia, atau jangan-jangan..... mereka sedang..... lupakan.
Mungkin sejak itu setiap kesialan yang gue rasakan gue anggap itu adalah "kekuatan" gue. Gue tidak pernah menganggap sial gue adalah musuh gue. Justru sial adalah kehidupan gue.









