Minggu, 07 Juni 2015

Kembali Ke Jaman Batu


Finally!!! Gue bisa nulis lagi. Sekian lama gue gak nulis dan akhirnya ada waktu akibat laptop gue udah menggoda gue dengan memanggil gue "ayoo sini. Ayo, daripada kamu buka bokep terus, mending nulis aja Akhyar...". Ok yang tadi gak betulan. Dan juga gue seperti gak bisa nahan lagi ingin curhat tentang BATU. Yap, B-A-T-U. Gue pertamanya sih masih cuek aja karena dimerauke kurang banyak yang berminat dan semenjak Negara Api menyerang yang ngebuat gue mau kuliah diluar kota lah yang ngebuat gue rasa "eneg" sama batu. Gue bersyukur aja Batu gak "menginvasi" Keluarga gue (Setidaknya).


Kenapa gue bersyukur? Karena:
Pertama, cobekan nyokap gue gak diasah jadi batu akik.


Dan kalau bokap gue kena demam batu juga, pasti titit gue dipotong lagi buat dapat batu gratis. Serius, kalau lo ada jalan-jalan ke Makassar apalagi di sekitar jl. Perintis kemerdekaan (Kebetulan gue tinggal disitu #MODUS) lo pasti ketemu sebuah spanduk ukuran kira-kira 2 * 3 meter yang berbunyi "AHLI SUNAT: BONUS BATU AKIK" yang digantung di tiang listrik maupun pohon pinggir jalan. gue pun mengucek mata gue lagi agar memastikan dan ternyata iklannya ada betulan. Entah gue bisa bilang itu sebuah kesempatan mencari peluang usaha biar rame atau ngebuat anak - anak tambah takut ke mantri sunat karena mungkin saja anak - anak memikirkan sejuta imajinasi yang tidak-tidak dari anak tersebut seperti "Pasti titit aku mau ditukar sama batu,HIIII!" atau yang lebih parah lagi seperti "Pasti titit aku  mau dicincang tipis-tipis biar banyak dapat batunya,HIIIIII!!!!". Waspadalah anak-anak, pastikan kalian gak tidur ketika disunat.

Jadi, buat gue yang kurang minat sama batu pastinya gue rasa eneg sama orang-orang yang terlalu mamerin batu mereka dengan cara yang beragam, mulai dari jari hingga menyombongkan kepala mereka yang mirip batu akik. Ok yang terakhir gak mungkin ada.


Tapi, akibat demam batu akik. Akhirnya populasi cowo alay berkurang drastis #YEEEES


Gue rasa demam batu akik itu akibat dari "bosannya" musim di Indonesia yang itu-itu saja. Itu sebabnya, banyak yang mengembalikan masa-masa jaman batu. Tapi setiap "musim" pasti ada aja masalahnya. Gue pernah nonton diberita seseorang menemukan sebongkah batu akik di batuan TROTOAR dan banyak orang yang mulai merusak jalan trotoar disekitar orang tersebut temukan. Lah, kenapa ketika sebelum menjadi jalanan tuh bongkahan batu tidak diambil jadi batu akik? Itu namanya lo bikin pemerintah buang uang cuma buat perbaiki kalian punya kerjaan yang gak jelas.











Yang namanya hobi, pastinya gak mungkin bisa dihalang. Mungkin kalau ada teman gue yang pesen batu akik gue akan kasih batu ini:



Sekian postingan gue. Gue bukannya gak suka sama musim batu. Tapi karena sama halnya dengan musim durian, pasti memiliki selera trsendiri untuk menghadapi musim ini (Kecuali durian, semua orang HARUS suka)

see you next post!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mana mi ki fotonya itu iklan ahli sunat bonus batu bray kan mantab jadi DP tu

Posting Komentar

Bagi anda berkomentar di blog ini mungkin tidak berguna. Tetapi bagi kami para Blogger, komentar anda dapat menjadi inspiratif dan pengoreksian kami. jadi, sempatkan tinggalkan komen walau 1 atau 2 kata.