What's up guys? i'm back. Sekarang gue berumur 17 TAHUN. Yaps, gue sekarang semakin dewasa. Sudah punya SIM, punya KTP, dan bisa menonton Blue Film. Baiklah yang terakhir gue bercanda doang. Kebetulan ULTAH gue bersamaan PEMILU untuk CAPRES dan CAWAPRES. Gue pun sudah bisa merasakan yang namanya "dicelupin" sama tinta hitam. Untungnya ketika dicelupin tinta kagak seperti iklan OREO. Kan enggak kebayang kalau pengawas PEMILU muter-muter badan kita dulu, terus jilat muka kita, dan akhirnya celupin ke dalam tinta
Tapi, selama gue ULTAH, pasti terjadi peristiwa penting. Seperti ULTAH gue tahun ini, terjadinya peristiwa Indonesia memilih wakil rakyat untuk masa depan. Kalau bukan PEMILU, pasti terjadi peristiwa yang bisa dibilang mempertaruhkan masa 3 TAHUN belajar di SMA buat 6 HARI dan 4 JAM untuk UAN. Kalau MISALNYA lo sekarang kelas 12 dan loe kagak lulus tahun ini. YOU STILL HAVE ONE LAST CHANCE! karena gue dan kelas 11 yang lain termasuk ADEK KELAS TERAKHIR. Bukan maksudnya dalam arti kelas 10 sudah punah. Maksud gue adalah tinggal kelas sebelas tahun ini yang memakai Kurikulum 2006. Kelas 10 sekarang pake Kurikulum 2013. So, kalau lo kagak lulus LAGI ketika angkatan gue, artinya hanya 2 PILIHAN : lo PINDAH ke sekolah yang masih pake Kurikulum 2006 ATAU lo kembali ke kelas 10. Yang intinya lo jadi berumur sekitar 20 tahun baru LULUS dari bangku SMA. Kalau masih juga kagak lulus, mungkin lo sudah berkeluarga.
Alright, back to the strory.2 jam sebelum ultah, gue masih di rumah teman gue, Alif buat rekaman.(gue, Alif, dan 2 teman gue, Rexy dan Fransisco ngebuat band akustik bernama Synchrocity dan MASIH nge-cover lagu. Jadi, yang ingin dengar silahkan liat di https://soundcloud.com/synchro_city) Dan arti dalam 2 jam adalah gue masih di rumahnya Alif jam sekitar ya 22.00 (WIT bukan WIB), alhasil ketika gue pulang rumah. Bokap gue sudah nungguin gue dengan muka tidak senang.
"Darimana saja?"
"Dari rumah temen buat rekaman."
"..."
Mungkin bokap gue berpikir "anak ini suara mirip ayam habis disembelih kok bisa rekaman?". Guekan bagian perkusi, mana ada nyanyi sambil mukul-mukul Canjo yang sebenarnya kursi rias dikamarnya alif yang disiksa hingga sedemikia rupa seperti Canjo?
Paginya, bokap gue sudah menghirup nafas dipagi yang cerah dan gue datang bukannya ucapin selamat pagi atau apaan gitu. Gue langsung to the point.
"Pa, belikan ayam dong buat acara sebetar malam?"
"Sebenarnya bapak tidak mau bikin acara karena semalam pulang malah larut" Sambil melewati gue seperti film action dimana tokoh utamanya dilewati sama sahabat lamanya sambil angin meniup rambut mereka tetapi anginnya habis melewati tokai anjing.
Respon gue yang pertama: diam
Respon gue yang kedua: badan mulai lemas
Respon gue yang ketiga: hati berteriak "MAMPUS DAH GUE!"
Gue mulai bingung. Gimana cara beritau temen-temen gue kalau gue batal buat acara? Apa gue harus memberitau lewat SMS bahwa gue batal buat acara karena gue pulang larut atau tetap lanjutin acaranya dengan mengganti daging ayamnya dengan sendal SWALLOW yang tinggal sebelah doang sambil lumuri dengan bumbu agar menipu mereka? Tapi, karena gue punya sendal masih sepasang dan rayuan nyokap gue ampuh. Acara tetap dibuat.
Ketika semuanya sudah siap, tinggal tunggu acaranya. Keluarga gue pun mulai ke TPS untuk mencoblos. Karena gue baru pertama nyoblos. Tentunyanya masih confuse karena gimana caranya. Ketika sudah dibilik suara, gue lancar aja ngecoblos DPR dan DPRD. Tapi, ketika milih DPD, gue kebingungan. Mana tidak kebingungan, ketika dibuka kertasnya, isinya gambar dan nama orang. Dan gue kagak pernah liat spanduk atau sosialisasi dari salah satu dari mereka. Alhasil, karena gue suka tampil beda, gue milih yang make peci karena satu-satunya dia doang yang pake peci. Sehabis gue nyoblos, gue masih juga melakukan hal yang masih pertama kali nyoblos. Gue celupin jari gue 2 kali ditinta yang disediakan. Akhirnya gue selesai nyoblos, gue pun mulai istirahat buat sebentar malam.
Gue skip ke jam 18.00
Keluarga gue pun mulai siap-siap. ketika masih membuat bara api. Teman gue yang pertama datang Otong (singkatan dari Otnieldi tongge) dan Andre pasule. Ketika kita sedang bicara-bicara, datang pula teman-teman gue yang lain. Dwi, Maya dan Ika. Seiring mereka datang mulai banyak teman gue yang datang. mulai juga ada teman gue yang kagak bisa datang seperti Dian, Nada dan Desi. Mereka cuma beri ucapan doang lewat SMS. Dan setelah acara makan, kita pun mulai menyiksa kamera yang dari tadi gue bawa.
Setelah teman gue. Kostan, Ever, Hertanto dan juga Dicky terakhir pulang, selesailah acara ultah gue yang ke-17. Tetapi gue belum menutup lembaran umur 16. Why? Karena gue belum melakukan 1 "hal" lagi. "Hal" itu gue lakukan ketika selesai acara syukuran SIDI teman gue. (SIDI adalah....apaan ya? Mirip dengan "aqiqah" dalam islam. Tetapi versi agama "nasrani").
Acara tersebut ketika 2 hari setelah gue buat acara ultah. Gue dapat undangan buat ke acara syukuran SIDI. Gue pun sama Alif pertama-tama berkumpul bersama teman-teman gue yang lain. Yang telah menunggu gue dan Alif adalah Fransisco, Anggi, Radot, Sarry, Ara dan Rexy. Kita pun menuju ke teman gue yang ngebuat acaranya. Setelah kita duduk-duduk beberapa saat, tiba-tiba saja gue, Fransisko, Rexy dan Alif melihat 2 pria yang bisa dikatakan membuat kita "merinding". Bagaimana tidak, gayanya saja yang satu tinggi pake kacamata sambil pake baju sambil kagak ngekancing baju didadanya dan yang satunya agak pendek memakai kacamata juga tetapi celananya yang super duper ketat yang bisa bikin selangkangan lo impoten. Kita pun berandai-andai, seandainya mereka manggil salah satu dari kita dengan cara melambai sambil mengatakan "ayoo....siniii.....ayoo....sini...main onta sama om....ayoo....sini..." mungkin hal terakhir yg kita bisa lakukan adalah berdoa.
Karena mungkin "mereka" sudah kenyang habis makan. Mereka kagak manggil kami. Kamipun selamat dari marabahaya. Kami pun mulai ngantri mengambil makan dan duduk kembali. Ketika teman gue ngebawa makanan "khusus" (baca: pig or dog) gue mendadak sehabis makan kenyang, padahal masih ada 1 rumah lagi yang perlu gue datangi.
Akhirnya panggilan teman gue lebih kuat dibanding perut gue yang mendadak "penuh", kita pun menuju rumah terakhir. Kebetulan ketika sampai di rumah teman kelas gue, Desy. Ada teman SMP gue seperti Dian dan juga Nada. Kebetulan juga ada anak-anak Pramuka atau ambalan dan teman kelas gue sudah datang duluan. Kelas X-7 dulu yang sekarang bertebaran dimana-mana
Baru saja datang ketika gue mulai pulang. Guepun ketika mau pamit salah bicara ke Desy.
Baru saja datang ketika gue mulai pulang. Guepun ketika mau pamit salah bicara ke Desy.
"Desy, gue mau pegang tangan dulu sebelum pulang"
Dan gue ditertawain oleh teman-teman gue yang ada disitu. Karena biasa kata-kata itu diucapkan oleh anak kecil yg datang ke kita rumah ketika hari lebaran maupun natal ketika kita open house. Biasa mereka membawa tas atau kantung plastik buat "ngekumpul" minuman kaleng yang mereka dapat dari masing-masing rumah. Gue juga masih bingung kenapa mereka ngekumpul minuman kaleng itu. Apakah buat minum sendiri, atau bagi-bagi ke temannya atau tetangganya, atau mereka campur dan meminumnya.
Ketika sebelum gue mengantar Alif pulang, gue melakukan "hal" itu. Alif pun curiga kira gue bawa dia ketempat yang "aneh". Tapi tidak. Gue ngebawa dia ke KUBURAN. Yap, kuburan.
Gue melakukan itu karena gue sudah berjanji ketika sudah melakukan Ultah gue ke kuburan om gue. Gue pun ziarah dan berdoa agar om gue diterima pahalanya. Selama perjalan, gue merenung. Gue sudah "pindah".
Ya, "pindah". Kata yang cocok buat gue renungkan selama perjalanan. Gue berpikir. Kita itu seperti halnya "pindah rumah". Seperti di buku raditya dika: manusia setengah salmon "kita itu sebenarnya hidup itu berpindah-pindah, kita pun mati karena berusaha berpindah seperti layaknya ikan salmon yang ingin bertelur". Gue juga ngerasa banyak hal yang berpindah-pindah disekitar gue. Dari banyak teman gue yang pindah hati, pindah status dari jomblo menuju pacaran, ataupun sebaliknya. Bahkan ada yang pindah lebih jauh lagi, yaitu pindah hubungan dari "kenalan" menuju "tunangan". Dan banyak juga yang telah pindah alam duluan dari kita seperti om gue dan nenek dari nyokap gue. Mereka pun "mati" karena berusaha agar tetap mendapat tujuannya. Nenek gue berusaha melawan penyakitnya tetapi Tuhan mengatakan yang lain. Begitu juga om gue. Dia menyelamatkan seseorang tetapi Tuhan juga berkata lain.
Bahkan, presiden lama tidak lama lagi memindahkan kekuasaannya kepada presiden yang baru. Dan juga gue sudah tidak rasa, sedikit lagi gue sudah pindah tempat belajar dari kelas 11 ke kelas 12 dan kelas 12 menuju kerja atau kuliah.
Memang hidup ini perlu perjuangan. Seperti halnya ikan salmon, perlu perjuangan untuk bertahan dari semua rintangan yang ada. Itu sebabnya gue merasa gue telah mengalami "perpindahan" menuju kedewasaan. Setelah gue melakukan "hal" itu, gue pun dengan resmi menutup lembaran "16". Saatnya membuka dan mengisi lembaran "17" dengan hal yang lebih baik lagi.

0 komentar:
Posting Komentar
Bagi anda berkomentar di blog ini mungkin tidak berguna. Tetapi bagi kami para Blogger, komentar anda dapat menjadi inspiratif dan pengoreksian kami. jadi, sempatkan tinggalkan komen walau 1 atau 2 kata.