Kamis, 17 April 2014

Penderitaan Perut

What's up guys!? I'm back. Gue sekarang pingin kurus. Yap, gue sedikit obesitas. 2 tahun lalu berat gue sekitar 80 kg, kalau sekarang gue kagak tau karena gue paling ANTI PENIMBANG BERAT BADAN. Gue juga tidak tau, kenapa gue paling alergi sama benda rata itu. Mungkin karena bentuknya menghina gue (karena bentuknya rata) atau juga karena "terlalu jujur" (karena "dia" adala mesin. Bukan manusia yang suka bohong). Gue sampai sekarang mulai olahraga rutin semenjak suatu hari gue kedokter akibat perut gue entah kenapa sakit bukan yang biasa mules dan akhirnya ke wc dan mengeluarkan pup seperti menghayati Ode to joy symphony milik Beethoven. Dokter belum konfirmasi bagaimana penyakit gue, akhirnya gue disuruh ke lab untuk uji darah dan "feses" gue. Serius, gue sering menghindari tokai sekarang harus mengambilnya dengan alat seperti sekop kecil dan harus dimasukkin ke dalam toples. Itu hal terjijik yang gue lakuin selain striptease di perempatan lampu lalu lintas. Ok, gue tidak mungkin lakuin hal itu.

Dokter pun mengatakan penyakit gue setelah ngetes darah dan pup gue di lab.

"Baiklah, saudara akhyar. Anda sepertinya baik-baik saja. Tapi apakah pernah pantat anda gatal?"

Gue dengan kepolosan menjawab "iya dok, memang kenapa?"

"Anda sepertinya terkena penyakit cacing kremi."

Gue gak tau penyakit apaan itu. Yang jelas penyakit itu ngebuat gue "cacingan".

"Sebenarnya penyakit itu cukup lucu juga" sambil sedikit terkikik si dokter.

Gue hening.

Gue masih bingung kenapa penyakit tersebut ngebuat gue dikedekin sama orang yang paling dituruti selain ortu dan guru gue sendiri. Sejak saat itu pun gue mulai olahraga. Dari olahraga tangan (main game) sampai olahraga ketenangan (tidur). Tapi, gue mulai olahraga berat seperti lari. Walaupun badan gue sebesar bola basket yang gagal produksi, tetapi gue juga pingin badan seperti punya jempol kaki Muhammad Ali. Hal yang gue lakuin pertama adalah pemanasan agar gue kagak terkilir akibat lari. Kemudian mulai start dari jalan besar.

Karena kebegoan gue dalam olahraga dan tidak mampu jantung gue. Guepun hanya bisa lari sekitar 30 meteran. Karena jantung gue kagak mampu lagi menderita, akhirnya gue jalan dari bandara muter ke tengah kota terus lewat jalan besar hingga sampe ke rumah gue. Itupun gue sudah ngos-ngosan karena jika dihitung sekitar 1 km dari rumah muter kota. Gue mulai lari kembali dan akhirnya gue benar kagak mampu dan berujung hampir jantung gue pulang ninggalin gue.

Selain lari, gue juga olahraga tenis. Gue pengen main tenis karena bokap gue adalah pemain tenis veteran menurut gue. Buktinya, kalau main tuh jarang amat kalah, suka suruh gue sering main tenis dan dapat membawa mobil (kagak nyambung amat bawa mobil sama main tenis). Setiap minggu pagi sekitar jam 4 gue pun sudah mulai bangun. Tapi gue dirayu sama kasur akhirnya bangun jam setengah 5. Karena kakak gue, Irja juga pengen main, jadi kita berdua jalan bersama pakai motor gue.

Ketika sampai bokap gue masih bermain kartu remi dengan orang lain sambil menunggu giliran main. Cukup cerdas juga. Selain olahraga tubuh. Kita juga bisa berolahraga pikiran. Karena cukup membingungkan cara mainnya. Yang jelas, yang menang jika nilai kartunya kecil atau kartunya habis. Setelah penantian yang panjang. Gue akhirnya bersama kakak gue bisa main. Bokap gue pun ninggalin kunci lapangan ke kami berdua karena mau pulang. Sebuah tindakan yang salah, karena kita berdua dengan bangganya memukul bolanya hingga keluar lapangan sebanyak 5 kali. Kita tidak mungkin bisa ambil karena terlempar diantara perumahan penduduk. Bayangkan saja ada orang yang pengen makan bakso tenes mendadak ada bola tenes dimangkok dan sambil sujud syukur dan memakannya dengan lahap.

ketika kita berdua mulai jalan pulang, tiba-tiba saja kakak gue melihat anak kucing.

"Ehh, ambil tuh anak kucing" gue pun ambil

"Baru kasih makan apaan kalau kecil begini?" Sambil gue pegangin si kucing yang teriak-teriak minta tolong dikirain mau dibuat nasi kucing.

"Sudah, nanti dikasih coba air putih" kata kakak gue mantap.

Gue hening.

Kirain mau dikasih susu atau ASP (Air Susu Pria). Ternyata aer putih doang.

Ketika sampai dirumah. Kita pun menaruhnya dalam kardus (gak bermodal memang) dan dia (kucing) mulai teriak-teriak lagi. Bokap gue pun nanya.

"Eh, itu anak kucingnya siapa? Yang putih kah?" Sambil liatin kami berdua dan kucing putih disebelah gue.

"Ehhh... iya" kata gue sambil nyari alasan.

"Oohh kirain kalian ambil dijalan lagi" sambil bokap gue ninggalin kita.

Untung bokap gue kagak tau kalau gue memang benar-benar ambil dijalan.

Iya, gue dulu pernah ngambil kucing di pinggir jalan dan akibat itu gue pun dilarang ngambil kucing dijalan lagi akibat kucing yang gue ambil mati mengenaskan.

Ok, back to the story. Sampai sekarang gue menulis postingan ini gue masih rajin berolahraga dan entah gue belum juga rasain "efeknya". Tapi, teman-teman gue sudah bilang kalau gue sudah tambah "kecil". Entah memang akibat gue sering olahraga atau mata mereka yang bertambah minus.

Gue juga pernah olahraga sepedaan sama teman gue, Astary bersama sepupunya entah siapa namanya. Ketika gue pulang secara mendadak gue gak bisa ngerasain titit gue. Gue selama perjalanan pulang pun sedikit panik. Apakah gue akhirnya dikutuk Nyokap gue menjadi Cewe yang suka ngupil di kerumunan orang atau titit gue akhirnya berhasil pergi dari gue. Setelah gue pulang, hal pertama yang gue lakuin yaitu kekamar dan istirahat setelah menyadari gue cuma kesemutan karena jarang naik sepeda.

Sekian postingan gue, gue ngerasa olahraga sebenarnya bukan sebuah keharusan. Melainkan kewajiban buat kita agar kagak kena penyakit yg umum seperti PUSKESMAS (PUSing KESeleo dan MASuk angin) sampai penyakit elit seperti jantung, paru-paru dan juga penyakit kanker. Selain mendapat kesehatan, secara tidak langsung kan kita "mempromosikan" diri agar kagak jomblo selamanya #salam jomblo guys.

Hal yang dipikirkan tapi entah kenapa kepikiran

Bahasa inggrisnya belajar kan "Studying". Cukup aneh juga ada kata "Dying" ditengah-tengah katanya.

Hidup ini simple aja guys! Cuman "kita" nya saja yang bikin sulit. Contohnya saja kenapa ada yang namanya orang miskin? Karena ada pemerintah yang kurang perhatikan. Kenapa pemerintah kurang perhatikan? Karena pemasukan kurang. Kenapa pemasukan kurang? Karena masyarakat malas bayar pajak. Kenapa malas bayar pajak? Karena kurangnya gaji. Dan sampe kiamat pun masih juga pertanyaan yang panjangnya seperti bulu ketek gue.

Katanya, toko yang buka 24 jam itu kagak pernah tutup. Tapi, kenapa di pintunya ada lubang kuncinya?

Entah gengsi atau kurang tebal dompet. Masih ada orang yang bermalam minggu di tempat elit nan murah. Pekuburan cina dan TPU terdekat bareng pacar.

Kalau  cowok dengan cowok gandengan, pasti dibilang pertama "ihh, dia homo ya?".
Tapi, kalau keadaan nyatanya justru cewe yang kebanyakan gandengan dengan cewe lainnya. Dan anehnya malah kagak pernah gue dengar dibilang "homo".

Apakah obat paracetamol dapat menurunkan panas kopi atau teh yang masih panas jika dicampur?

Iklan televisi sekarang makin aneh saja. Contohnya saja iklan susu Bear brand.  Gue masih bingung susunya kan susu sapi, cap beruang. Tapi, kenapa iklannya naga?

Kata guru biologi gue, buaya kagak gigit kita kalau di sungai karena kalau buka mulut pasti keminum airnya. Intinya, kalau mau berteman dengan buaya, silakan bawa air SEGALON.

Kapan ya pemerintah indonesia selain memberantas "Korupsi" bisa memeberantas "jomblo ngenes"???

Kalau orang jatuh dari motor tuh dibilang "jago". Apakah gue pantas dibilang "jago" kalau sudah nabrak orang, nyerempet motor lain, ditilang polisi, dan cium aspal panas?

Indonesia belum sepenuhnya menggunakan bahasa EYD. Why? Karena lo pikir, ketika upacara bendera ketika pemimpin upacara mengatakan "HORMAAAAT. GEEERAAAK!!!" Yang kita lakukan cuma "hormat" doang. Yang "gerak"nya pada kemana?

1+1 kenapa hasilnya 2? Bukan hasilnya 500 atau 240969 atau 0 gitu?

Kalau lo pingin tau lo ganteng apa tidak, lo nanya sama anak kecil berumur 6 tahun. Kalau lo dibilang ganteng, ya selamat. Anda pasti dibilang ganteng juga sama wanita. Tapi jika anak kecil itu bilang lo jelek. Janganlah bertanya pada orang yang lebih tua. Pasti mereka menipumu.

Satu-satunya hal yang jika kita belum tau, pasti mencarinya. Tetapi kalau sudah ketemu malah menjauhinya, yaitu bau kentut.

Cara beruang menandai daerah kekuasaan dengan "mengencingi" daerahnya agar beruang lain tau bahwa daerah tersebut adalah daerah beruang tadi melalui baunya. Jadi, "kencingi" pacar anda agar orang lain tau bahwa itu pacar lo melalui baunya.

Ketika anda tertidur dikelas maupun diruangan meeting. Jangan panik. Angkat kepala anda secara perlahan dan katakan "demi nama Tuhan, amin".

Menurut sejarah. Albert Einstein adalah orang genius. Yang gue pingin nanya kalau dia masih hidup tuh, gimana caranya dia "nembak" cewek dengan kegeniusannya?

Apakah kata "hahahahah" itu berarti ketawa atau ngejek seperti "hah hah hah"?

Ketika seseorang SMS gue dgn huruf "o" tanpa titik dan koma. Apakah keyboard hape mereka kehabisan huruf sama simbol kecuali huruf "o"?

PINDAH (Pemilu INgin aDakan ultAH)

What's up guys? i'm back. Sekarang gue berumur 17 TAHUN. Yaps, gue sekarang semakin dewasa. Sudah punya SIM, punya KTP, dan bisa menonton Blue Film. Baiklah yang terakhir gue bercanda doang. Kebetulan ULTAH gue bersamaan PEMILU untuk CAPRES dan CAWAPRES. Gue pun sudah bisa merasakan yang namanya "dicelupin" sama tinta hitam. Untungnya ketika dicelupin tinta kagak seperti iklan OREO. Kan enggak kebayang kalau pengawas PEMILU muter-muter badan kita dulu, terus jilat muka kita, dan akhirnya celupin ke dalam tinta

Tapi, selama gue ULTAH, pasti terjadi peristiwa penting. Seperti ULTAH gue tahun ini, terjadinya peristiwa Indonesia memilih wakil rakyat untuk masa depan. Kalau bukan PEMILU, pasti terjadi peristiwa yang bisa dibilang mempertaruhkan masa 3 TAHUN belajar di SMA buat 6 HARI dan 4 JAM untuk UAN. Kalau MISALNYA lo sekarang kelas 12 dan loe kagak lulus tahun ini. YOU STILL HAVE ONE LAST CHANCE! karena gue dan kelas 11 yang lain termasuk ADEK KELAS TERAKHIR. Bukan maksudnya dalam arti kelas 10 sudah punah. Maksud gue adalah tinggal kelas sebelas tahun ini yang memakai Kurikulum 2006. Kelas 10 sekarang pake Kurikulum 2013. So, kalau lo kagak lulus LAGI ketika angkatan gue, artinya hanya 2 PILIHAN : lo PINDAH ke sekolah yang masih pake Kurikulum 2006 ATAU lo kembali ke kelas 10. Yang intinya lo jadi berumur sekitar 20 tahun baru LULUS dari bangku SMA. Kalau masih juga kagak lulus, mungkin lo sudah berkeluarga.

Alright, back to the strory.2 jam sebelum ultah, gue masih di rumah teman gue, Alif buat rekaman.(gue, Alif, dan 2 teman gue, Rexy dan Fransisco ngebuat band akustik bernama Synchrocity dan MASIH nge-cover lagu. Jadi, yang ingin dengar silahkan liat di https://soundcloud.com/synchro_city) Dan arti dalam 2 jam adalah gue masih di rumahnya Alif jam sekitar ya 22.00 (WIT bukan WIB), alhasil ketika gue pulang rumah. Bokap gue sudah nungguin gue dengan muka tidak senang.

"Darimana saja?"

"Dari rumah temen buat rekaman."

"..."

Mungkin bokap gue berpikir "anak ini suara mirip ayam habis disembelih kok bisa rekaman?". Guekan bagian perkusi, mana ada nyanyi sambil mukul-mukul Canjo yang sebenarnya kursi rias dikamarnya alif yang disiksa hingga sedemikia rupa seperti Canjo?

Paginya, bokap gue sudah menghirup nafas dipagi yang cerah dan gue datang bukannya ucapin selamat pagi atau apaan gitu. Gue langsung to the point.

"Pa, belikan ayam dong buat acara sebetar malam?"

"Sebenarnya bapak tidak mau bikin acara karena semalam pulang malah larut" Sambil melewati gue seperti film action dimana tokoh utamanya dilewati sama sahabat lamanya sambil angin meniup rambut mereka tetapi anginnya habis melewati tokai anjing.

Respon gue yang pertama: diam
 
Respon gue yang kedua: badan mulai lemas
 
Respon gue yang ketiga: hati berteriak "MAMPUS DAH GUE!"

Gue mulai bingung. Gimana cara beritau temen-temen gue kalau gue batal buat acara? Apa gue harus memberitau lewat SMS bahwa gue batal buat acara karena gue pulang larut atau tetap lanjutin acaranya dengan mengganti daging ayamnya dengan sendal SWALLOW yang tinggal sebelah doang sambil lumuri dengan bumbu agar menipu mereka? Tapi, karena gue punya sendal masih sepasang dan rayuan nyokap gue ampuh. Acara tetap dibuat.

Ketika semuanya sudah siap, tinggal tunggu acaranya. Keluarga gue pun mulai ke TPS untuk mencoblos. Karena gue baru pertama nyoblos. Tentunyanya masih confuse karena gimana caranya. Ketika sudah dibilik suara, gue lancar aja ngecoblos DPR dan DPRD. Tapi, ketika milih DPD, gue kebingungan. Mana tidak kebingungan, ketika dibuka kertasnya, isinya gambar dan nama orang. Dan gue kagak pernah liat spanduk atau sosialisasi dari salah satu dari mereka. Alhasil, karena gue suka tampil beda, gue milih yang make peci karena satu-satunya dia doang yang pake peci. Sehabis gue nyoblos, gue masih juga melakukan hal yang masih pertama kali nyoblos. Gue celupin jari gue 2 kali ditinta yang disediakan. Akhirnya gue selesai nyoblos, gue pun mulai istirahat buat sebentar malam.

Gue skip ke jam 18.00

Keluarga gue pun mulai siap-siap. ketika masih membuat bara api. Teman gue yang pertama datang Otong (singkatan dari Otnieldi tongge) dan Andre pasule. Ketika kita sedang bicara-bicara, datang pula teman-teman gue yang lain. Dwi, Maya dan Ika. Seiring mereka datang mulai banyak teman gue yang datang. mulai juga ada teman gue yang kagak bisa datang seperti Dian, Nada dan Desi. Mereka cuma beri ucapan doang lewat SMS. Dan setelah acara makan, kita pun mulai menyiksa kamera yang dari tadi gue bawa.

Setelah teman gue. Kostan, Ever, Hertanto dan juga Dicky terakhir pulang, selesailah acara ultah gue yang ke-17. Tetapi gue belum menutup lembaran umur 16. Why? Karena gue belum melakukan 1 "hal" lagi. "Hal" itu gue lakukan ketika selesai acara syukuran SIDI teman gue. (SIDI adalah....apaan ya? Mirip dengan "aqiqah" dalam islam. Tetapi versi agama "nasrani").

Acara tersebut ketika 2 hari setelah gue buat acara ultah. Gue dapat undangan buat ke acara syukuran SIDI. Gue pun sama Alif pertama-tama berkumpul bersama teman-teman gue yang lain. Yang telah menunggu gue dan Alif adalah Fransisco, Anggi, Radot, Sarry, Ara dan Rexy. Kita pun menuju  ke teman gue yang ngebuat acaranya. Setelah kita duduk-duduk beberapa saat, tiba-tiba saja gue, Fransisko, Rexy dan Alif melihat 2 pria yang bisa dikatakan membuat kita "merinding". Bagaimana tidak, gayanya saja yang satu tinggi pake kacamata sambil pake baju sambil kagak ngekancing baju didadanya dan yang satunya agak pendek memakai kacamata juga tetapi celananya yang super duper ketat yang bisa bikin selangkangan lo impoten. Kita pun berandai-andai, seandainya mereka manggil salah satu dari kita dengan cara melambai sambil mengatakan "ayoo....siniii.....ayoo....sini...main onta sama om....ayoo....sini..." mungkin hal terakhir yg kita bisa lakukan adalah berdoa.

Karena mungkin "mereka" sudah kenyang habis makan. Mereka kagak manggil kami. Kamipun selamat dari marabahaya. Kami pun mulai ngantri mengambil makan dan duduk kembali. Ketika teman gue ngebawa makanan "khusus" (baca: pig or dog) gue mendadak sehabis makan kenyang, padahal masih ada 1 rumah lagi yang perlu gue datangi.

Akhirnya panggilan teman gue lebih kuat dibanding perut gue yang mendadak "penuh", kita pun menuju rumah terakhir. Kebetulan ketika sampai di rumah teman kelas gue, Desy. Ada teman SMP gue seperti Dian dan juga Nada. Kebetulan juga ada anak-anak Pramuka atau ambalan dan teman kelas gue sudah datang duluan. Kelas X-7 dulu yang sekarang bertebaran dimana-mana
Baru saja datang ketika gue mulai pulang. Guepun ketika mau pamit salah bicara ke Desy.

"Desy, gue mau pegang tangan dulu sebelum pulang"

Dan gue ditertawain oleh teman-teman gue yang ada disitu. Karena biasa kata-kata itu diucapkan oleh anak kecil yg datang ke kita rumah ketika hari lebaran maupun natal ketika kita open house. Biasa mereka membawa tas atau kantung plastik buat "ngekumpul" minuman kaleng yang mereka dapat dari masing-masing rumah. Gue juga masih bingung kenapa mereka ngekumpul minuman kaleng itu. Apakah buat minum sendiri, atau bagi-bagi ke temannya atau tetangganya, atau mereka campur dan meminumnya.

Ketika sebelum gue mengantar Alif pulang, gue melakukan "hal" itu. Alif pun curiga kira gue bawa dia ketempat yang "aneh". Tapi tidak. Gue ngebawa dia ke KUBURAN. Yap, kuburan.
Gue melakukan itu karena gue sudah berjanji ketika sudah melakukan Ultah gue ke kuburan om gue. Gue pun ziarah dan berdoa agar om gue diterima pahalanya. Selama perjalan, gue merenung. Gue sudah "pindah".

Ya, "pindah". Kata yang cocok buat gue renungkan selama perjalanan. Gue berpikir. Kita itu seperti halnya "pindah rumah". Seperti di buku raditya dika: manusia setengah salmon "kita itu sebenarnya hidup itu berpindah-pindah, kita pun mati karena berusaha berpindah seperti layaknya ikan salmon yang ingin bertelur". Gue juga ngerasa banyak hal yang berpindah-pindah disekitar gue. Dari banyak teman gue yang pindah hati, pindah status dari jomblo menuju pacaran, ataupun sebaliknya. Bahkan ada yang pindah lebih jauh lagi, yaitu pindah hubungan dari "kenalan" menuju "tunangan". Dan banyak juga yang telah pindah alam duluan dari kita seperti om gue dan nenek dari nyokap gue. Mereka pun "mati" karena berusaha agar tetap mendapat tujuannya. Nenek gue berusaha melawan penyakitnya tetapi Tuhan mengatakan yang lain. Begitu juga om gue. Dia menyelamatkan seseorang tetapi Tuhan juga berkata lain.

Bahkan, presiden lama tidak lama lagi memindahkan kekuasaannya kepada presiden yang baru. Dan juga gue sudah tidak rasa, sedikit lagi gue sudah pindah tempat belajar dari  kelas 11 ke kelas 12 dan kelas 12 menuju kerja atau kuliah.

Memang hidup ini perlu perjuangan. Seperti halnya ikan salmon, perlu perjuangan untuk bertahan dari semua rintangan yang ada. Itu sebabnya gue merasa gue telah mengalami "perpindahan" menuju kedewasaan. Setelah gue melakukan "hal" itu, gue pun dengan resmi menutup lembaran "16". Saatnya membuka dan mengisi lembaran "17" dengan hal yang lebih baik lagi.