Rabu, 06 Agustus 2014

Lebaran Penuh Kenangan

Hi guys! I'm back. Gue baru bisa nulis karena gue agak sibuk. Mulai dari gue sekarang sudah rasa kelas baru gue yang diperiksa ternyata ada celana bekas entah siapa punya, sudah kembali kehidupan alamiah gue, dan juga akibat selama lebaran banyak kejadian silaturrahmi yang gue gak akan perkirakan dan gue akan menulisnya disini.

Semalam sebelum lebaran dikota gue selalu dibuat takbir keliling. Gue juga pingin ikutan tetapi bokap nyuruh gue cukur rambut gue (Rambut kepala, bukan rambut lainnya). Karena memang rambut gue bisa digunakan buat keset dan menyamar menjadi Andika Kangen band, terpaksa gue cukur. Ternyata ketika gue pulang, bukannya gue ke kasur dan lego, ternyata bokap gue nyuruh lagi bantuin buat bingkisan.
Yaps, gue tiap tahun dan setiap lebaran, keluarga gue buat bingkisan untuk anak-anak yang datang kerumah gue dikampung halaman. Tetapi, karena nenek gue meninggal (ok, mata gue mulai banyak airnya. Ingat Akhyar, lo lelaki! Harus kuat!) Nyokap gue hanya ingin rayain lebaran dikota. Bingkisan itu biasanya isinya mulai dari biskuit, jelly, minuman, permen, hingga kalau beruntung ada piring cantik didalamnya.

Mungkin sekitar jam 23.55, baru selesai ngebungkus bingkisannya. Gue kekasur dan apa yang terjadi? Gue gak bisa nutup mata! Gue coba beberapa kali, tetapi hasilnya hanya kedipan doang (yaiyalah orang semua kedip). Gue pun membuat kesibukan dengan membuat Meme. Gue buat dari foto ketika gue bareng teman gue berenang di kolam berenang dan gue melakukan lompatan bola meriam. Tetapi ketika selesai, gue nyadar. Kalau bokong indah gue kebentuk difoto dan begonya gue, gue sudah membaginya di sosmed gue. Gue hanya dalam hati nyesal "Image gue jatuh akibat tangan gue sendiri -_-".

Ketika jam 00.01, gue pun mulai mengirim ucapan mohon maaf kepada teman-teman gue dengan kata-kata yang gue (sebagian kecil) buat sendiri. Dan juga gue ucapin selamat ultah kepada teman SMP gue dulu yang bertepatan dengan lebaran. Pagi harinya gue pun melakukan shalat Id di lapangan. Setelah shalat dan maafan dengan keluarga, kakak gue minta sekeluarga foto bareng sebelum mulai Open house. Entah, hasrat apa guepun ikutin saja eksis (maklumi muka jarang foto). Dan ketika sudah Open house, keluarga besar gue berdatangan daaan...ikut eksis buat kakek gue fotonya. Dan tiba-tiba bokap gue manggil.

"Yaaar! Ini ada kakek telpon"

Gue pun datang dan angkat gagang telponnya

"Halo? Ini Yaya ya?" (Gue seumur hidup belum tau darimana dan siapa yang pertama manggil gue "Yaya")

"Iya kek"

Hening 10 detik

"Halooo???"

"Halo kek"

Hening 10 detik lagi

"Paaak mau bicara apaan ke kakek?"

(Maklumi, gue orangnya kurang berbicara dan canggung berbicara, apalagi sama cewe -_-)

"Bilang saja bagaimana kabarnya" kata bokap disebelah gue.

"Halooo???" Kakek gue bicara lagi

"Iyaa? Bagaimana kabar kakek?"

Akhirnya gak ada keheningan

"Baik saja nak."

Kembali hening lagi 10 detik dan kakek gue bicara, dan gue gak tau kakek gue bicara apaan selama ditelpon.#anak kurang ajar

"Sudah, bapak saja yang bicara"

Akhirnya gue berikan telponnya ke bokap gue.

Sampai jam 12.00 gue mulai duduk didepan rumah dan gue belum kedatangan tamu. Saudara perempuan gue (entah sepupu atau apa karena gue gak tau silsilah keluarga) bisik ke gue.
"Ya. Liat itu" sambil nunjuk kejendela.
Gue pun melihat kejendela dan gue terkejut. Ternyata ada banyak "anak ransel" yang lewat didepan rumah. Gue hanya harep mereka gak kerumah gue.

Anak ransel adalah anak-anak kecil yang selalu bawa ransel (ya kalau bawa karung goni namanya anak goni) dan entah asal mulanya darimana mereka biasa berkelompok dan mendatangi rumah-rumah yang sedang merayakan hari raya. Entah lebaran atau natal, mereka selalu terorganisi dengan baik. Dan juga selalu membawa sesuatu entah bingkisan atau kue atau minuman, yang ngebuat gue gak ingin mereka datang karena mereka akan datang lagi beberapa saat kemudian sambil bawa "pasukannya".

Setelah mereka semua lewat#YEEEES , teman gue datang Desi, Eva, Christine dan juga fransisco. setelah gue dan teman gue mulai buka obrolan gue mulai melihat tas milik Christine.

"Hayoooo... loe salah satu anak ransel itu ya?" Karena tasnya cukup muat buat ngebawa lari toples gue yang gede.

"Yaaa bukan! Sembarangan saja. Tapi es buah lo kurang nih, minta lagi dong?" Sambil muka melas

"...."

Dan hingga jam 18.00 teman terakhir gue, Ara, Anggi dan Rianna yang datang sebelum Close house. Setelah itu gue kerumah teman gue, Alif sekalian kita mau jalan kerumah teman-teman gue. Hingga jam "kecil" (baca: jam 23.46)

Hari kedua dari lebaran, teman-teman gue sudah rencana ke teman-teman gue yang rumahnya bukan dikota. Kita semua rencana jalan jam 10 tetapi akibat kita semua adalah orang Indonesia yang baik dan memiliki sifat setia kawan (baca: ngaret). Kita semua jalan jam 12.30 hingga semua pulang kerumah jam 18.00 kecuali gue. Karena gue ngelanjut bareng Alif keteman SMP gue hingga jam sekitar 21.00 malam. Dan dirumahnya Alif. Gue, Desy dan Nada dan juga rumahnya, Alif Melakukan CURHAT. Yap, mereka curhat. Dan mungkin gue yang cukup ngenes disitu karena gue Jomblo parah sendiri bro #elus dada saja -_-

Hari ketiga lebaran gue cuma isi dengan main di Alif rumah dan tiba-tiba saja teman gue, Astary sms ada Open house. Ya karena Alif dan gue gak ada tujuan kemana, kita berdua kesana. Setelah sampai (yang membuat kita nyaris nyasar) kita duduk dulu sementara dan tiba-tiba Alif bicara.

"Ehh, liat angsanya itu" sambil menunjuk 2 ekor angsa putih berparuh coklat di depan.

Kita berdua pun hanya menonton angsa itu hingga lama sekali. Setelah pamit kita pun kembali ke Alif rumah dan main hingga teman-teman Alif datang dan gue ditinggal sendiri dikamar. Tiba-tiba ada sms dari HP gue. Ternyata dari Astary.

"Ehh tadi kalian buat apa liatin angsaku?"

"Enggak, cuma liatin doang"

"Atau??? CIYEEE!!! Jatuh cinta ya sama mereka???"

"-_-"

sambil elus dada bicara "sabar ya hati, suatu saat lo dapat bahagia"
Tiba-tiba saja ada sms dari nada.

"Eh, mau ke Nisa gak?"

Nisa adalah teman SD gue yang sudah lama gue gak ketemu. Dan gue baru tau kalau dia ada dimerauke buat lebaran.

"Ikut, nanti sama-sama ya?"

"Ok"

Gue pun langsung ke Nada dulu baru naik motor sendiri-sendiri dan langsung ke Nisa rumah. Setelah melewati jalanan yang gelap dan gak jelas kearah mana, akhirnya gue sampai juga. Ternyata selain Nisa, ada Fitri dan kiki juga teman SD gue yang belum gue liat cukup lama. Setelah eksis memakai kamera yang gue bawa (dan memorynya hampir penuh). Kita pamit dan janjian besok pagi kita jalan-jalan. Besoknya gue sudah persiapkan barang-barang buat eksis dan juga memory kamera telah kosong agar jaga-jaga jika seseorang mukanya bisa memenuhi kamera. Setelah berkumpul di rumahnya Fitri. Gue, Nada, Kiki, Wawan dan Toni menuju rumahnya Nisa. Setelah jemput Nisa kita pun menuju tempat pembakaran jagung. Selama diperjalanan, gue membonceng Wawan.

"Baru? Band perkembangan bagaimana?"

"Itu lagi yaaa -_-" Band yang dimaksud adalah band Synchro-City

Setelah sampai, kita pun mulai mesan jagung bakar dan kelapa muda. Sambil nungguin jagungnya, gue periksa kamera gue. Gue melihat layarnya dan melihat tulisan "NO MEMORY CARD"

....

....

....

....

TING!!!

BEGO BANGET GUE!!! Gue lupa masang memorynya dirumah.

"Ehh, gue bawa kamera buat apa kalau gak ada memorynya???"

"AHHH!!!" Hampir serempak

Akhirnya kamera gue cuman pajangan doang.

Ketika sudah mau selesai makan, Wawan punya "idiot" mulai naik lagi. Sambil alihkan perhatian gue dia masukin kelapa muda gue dengan sambel jagung bakar. Untungnya gue udah kenyang (dalam hati ada menangis). Setelah pulang pun Wawan pun gilanya masih juga naik.

"Seeeh...Akhyar lo gak punya titi?"

"SEEEH!!! Lo sembarangan saja" sambil sedikit oleng karena gue kaget dia bilang begitu

"WEE!!! AKHYAR GAK PUNYA TITIT!!!" Teriaknya disebelah Fitri dan kebetulan ada rumah penduduk yang menonton gue.

Mungkin mereka berpikir antara gue telah operasi kelamin karena dada gue rata atau gue telah memotong titit gue.

Ngenes banget gue.

Setelah sampai di rumahnya Nisa, kita semua pamit pulang dan janji datang lagi. Ketika kita datang lagi. Mereka sambil eksis sambil CURHAT. Dan gue kembali JONES (JOmblo ngeNES).#Nasib-nasib~

Hari Kelima teman-teman gue sekelas pas SMP ajak jalan silaturahmi ke teman sekelas. Kita pun berkumpul dirumahnya Otnieldi. Terus menuju teman- teman gue yang gak ikut jalan. Dan setelah semua telah berkumpul kita semua mencari spot buat foto-foto. Dan akhirnya usulan Otniel, kita menuju 2 rumah terakhir dan kita semua pulang.

Keesokan harinya dan gue skip ke malam hari.....
Ultahnya teman gue, Dwi kita anak 9e kembali berkumpul lagi. Dan eksis lagi. Dan pulang lagi.

Dan besok malamnya Ultahnya teman gue, Niluh diadakan. Kebetulan disini hampir semua teman SMP gue berkumpul dan wulan, teman gue sudah pulang kejawa besok. Jadi intinya ini adalah perpisahan sebelum dia berangkat besok.

Malamnya ketika gue ngebuka sosmed gue, mereka mulai menulis status galau karena sudah mau berangkat dan gak tau kapan lagi berkumpul. Menurut gue sih, ketemunya gampang. Cuma yang masalah hanya bagaimana cara bertemunya. Jika masih dalam keadaan hidup itu adalah anugerah karena sangat langka teman-teman yang sudah lama sekali gak ketemu bertemu kembali, dan jika bertemu di alam yang berbeda itu beda cerita. Karena yang kita ketemu bukan apa yang kita sebut "Teman" lagi. Tapi, yakinlah. Walaupun terpisah jarak dan waktu, pasti ada saatnya bertemu lagi. Apapun caranya. Hidup ini misteri.

Tapi hidup gue juga mulai berubah ternyata. Dari mulai ketemu teman SD yang dulu kita suka iseng, main. Menuju SMP yang kompak dan semangat hingga SMA yang sekarang berpikir kedepan dan berusaha hidup panjang. Makanya ada kata-kata yang gue dapat berbunyi:

"Anak-anak ingin sekali dewasa agar dapat mengejar cita-citanya dan orang dewasa ingin sekali menjadi anak-anak karena ingin menikmati kehidupannya yang santai"